Kami Justru Makin Meng-Indonesia

0
781

SOLO – Ketika rezim Orde Baru berkuasa, pemerintah melarang keras kebudayaan Tionghoa. Bahkan ada perbedaan perlakuan dan status antara warga negara pribumi dengan etnis Tionghoa. Kini, setelah keran kebebasan mengalir, kaum etnis Tionghoa semakin merasa menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

“Kami sangat bersyukur, sudah tidak ada lagi perbedaan golongan. Ya kami ini Tionghoa Indonesia. Ini tanah air kami, tempat kami mendapat segala berkah kehidupan, dan dengan sendirinya juga ada kewajiban-kewajiban kami untuk Indonesia, sama seperti suku-suku lainnya,” ujar tokoh masyarakat Tionghoa di Solo, Sumartono Hadinoto, Sabtu (9/2/2013) malam.

Sumartono mengisahkan, dahulu etnis Tionghoa tidak diberi ruang gerak dalam kehidupan berbangsa, hanya di sektor ekonomi. “Padahal seperti juga suku lain, tidak semua Tionghoa bisa berbisnis. Mungkin ada yang lebih menguasai ilmu mengajar, atau teknologi. Pasti banyak juga yang ingin mengabdikan diri menjadi pegawai pemerintah atau tentara,”  tutur aktivis kemanusiaan itu.

Keran kebebasan yang sudah dibuka, diyakini Sumartono akan berbuah positif. “Seperti saat ini, kami merayakan Imlek, tahun baru Cina. Tapi semua warga Solo ikut bergembira. Keberagaman budaya di Indonesia memungkinkan itu, dan kami bahagia menjadi bagian dari keberagaman ini,” tuturnya.

Sumber : http://www.soloblitz.co.id/kami-justru-makin-meng-indonesia/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here