Sumartono Hadinoto: Hp Saya Bisa Dihubungi 24 Jam

2
94961

Solo — Sumartono Hadinoto dikenal masyarakat Solo sebagai tokoh masyarakat yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Bahkan untuk menunjukkan komitmennya untuk menolong sesama, ia menyatakan bahwa handphone (HP)-nya bisa diakses (dihubungi) selama 24 jam.

“Selama orang yang bersangkutan menelpon untuk urusan yang mendesak, kapanpun saya pasti siap dihubungi,” kata pria yang akrab dipanggil sebagai Martono dalam Seminar “Angel & Demon: Rahasia Besar Sukses Sang Pemenang” yang digelar di Solo Paragon Hotel, Sabtu (13/4).

Keterlibatan Sumartono dalam organisasi sosial ternyata tidak terlepas dari masa lalunya yang ternyata dihabiskan dalam kemelaratan. Dalam seminar itu, dia mengungkapkan bahwa cita-cita untuk meneruskan pendidikan di luar negeri kandas saat sang ayah meninggal saat dia masih berusia 15 tahun. Bahkan saat SMA pun, dia pernah hampir dikeluarkan dari sekolah karena sering membolos untuk membantu sang ibu untuk mencari uang.

Saat anak-anak seusianya menikmati weekend untuk berlibur bersama keluarga, Pak Martono tetap harus membantu ibunya berjualan batik. Dalam seminar itu pula, terungkap bahwa dia sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya karena hubungan asmaranya selama tujuh tahun kandas.

Karena pernah merasakan hidup dalam keterpurukan inilah, maka jiwa sosial Sumartono berkembang sehingga memiliki keinginan untuk menolong sesama lewat keterlibatannya di berbagai organisasi sosial.

Kiprah Sumartono di bidang sosial membuat kisahnya diikutsertakan dalam buku “Angel & Demon: 30 Kisah Inspiratif Sang Pemenang” yang ditulis oleh Suhartono Chandra, Timoteus Talip dan Helena Abidin.

“Martono adalah contoh nyata seseorang yang memiliki salah satu kualitas sifat ‘Angel’ yaituGenerosity. Dia mendedikasikan waktunya dalam kegiatan-kegiatan sosial tanpa pamrih,” terang salah seorang penulis buku tersebut Suhartono Chandra saat ditemui di sela-sela seminar. Generosityadalah sikap yang harus dimiliki seorang pemenang sejati. Dalam bukunya, generosity diartikan sebagai sikap positif untuk selalu berbagi. Berbagi ilmu, waktu, uang atau tenaga kepada orang lain yang memerlukan agar orang lain bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik.

Suhartono Chandra juga menyatakan bahwa sosok Sumartono bisa  memberikan teladan kepada masyarakat bahwa kesuksesan itu tidak selalu diukur dari materi. Karena dalam buku tersebut, diceritakan bagaimana pria kelahiran Solo, 21 Maret 1956 tersebut menganggap bahwa dia sukses bila bisa berbagi dengan sesama.

 

Sumber: http://www.timlo.net/baca/67555/sumartono-hadinoto-hp-saya-bisa-dihubungi-24-jam/

2 KOMENTAR

  1. Selamat pagi ….

    Saya Mesyi, setelah membaca artikel mengenai Pak Sumartono di blog ini saya jadi tertarik untuk ikut kegiatan sosial yang ada di Kota Solo karena kebetulan saat ini saya kerja di Solo.

    Bagaimana caranya yaa pak untuk gabung dalam kegiatan sosial?

    Terimakasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here